St. Clare (sold)


Pengarang : Enid Blyton
Terbit : May 1999
Ukuran : 11 x 18 cm
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga : Rp. 55.000 (6 buku)
Kondisi Buku : Second (steples, bkn x-rental)

1. SI KEMBAR DI SEKOLAH YANG BARU

Pat dan Isabel sebal sekali ketika harus bersekolah di St. Clare--sekolah putri berasrama. Mereka yakin mereka tak akan senang di sana. Tapi setelah mereka benar-benar masuk St. Clare dan berkenalan dengan Hilary, Janet, Kathleen, Sheila, dan lain-lainnya, yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa mereka sadari mereka jatuh cinta pada St. Clare. Ini bisa dimaklumi. St. Clare memang sekolah yang penuh kegiatan dan keriangan. Dan juga keramaian, karena gadis-gadis tanggung murid-murid sekolah itu kelihatannya berhobi sama: berbuat iseng. Yang jadi korban tentu saja para guru. Tapi sebetulnya mereka gadis-gadis yang baik dan berbakat. Lihat saja prestasi mereka pada akhir semester...

Tebal : 258 halaman

2. KEMBALI KE ST. CLARE

Liburan telah usai. Betapa senanganya kembali ke St. Clare! Bertemu teman-teman lama, berkenalan dengan teman-teman baru, mengadakan pesta tengah malam, iseng mengganggu guru... dan tentu saja tak ketinggalan kerja keras untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Semua itu memang mereka alami. Dan lebih lagi! Karena anak-anak baru lebih meramaikan suasana. Terutama Margery, yang ternyata sama sekali lain dari yang semula diduga anak-anak.

Tebal : 252 halaman

3. MUSIM PANAS DI ST. CLARE

Setelah terlambat seminggu untuk kembali ke St. Clare, kini betapa gembiranya si kembar O'Sullivan dapat berkumpul kembali dengan teman-teman mereka--Hilary, Doris, Janet, dan lain-lain--di sekolah yang mereka cintai itu. Di samping itu, dalam semester ini kelas mereka akan semakin ramai dengan adanya beberapa murid baru yang sifat dan tingkah lakunya berbeda-beda; Sadie Greene si Pesolek yang perhatiannya hanya tertuju pada tata rambut dan kuku yang dipoles; Prudence Arnold si Sok Baik yang selalu mengecam tingkah laku teman-temannya yang suka iseng dan mengadukannya kepada guru; Pamela Boardman si Kutu Buku yang menjadi murid termuda dalam kelas mereka; Bobby si Bandel yang keisengannya dalam mempermainkan para guru melebihi Janet; serta Carlotta si Misterius yang tingkahnya memang aneh karena ia berasal dari lingkungan yang berbeda dari teman-temannya sekelas.

Tebal : 247 halaman

4. KELAS DUA DI ST. CLARE

Pat dan Isabel O'Sullivan kini duduk di kelas dua. Banyak sekali pengalaman mereka di St. Clare, selama semester pertama di situ. Kejadian-kejadian tegang--seperti kericuhan mengenai ketua kelas kembar. Ya, Anna dan Elsie. Anna yang lamban, dan Elsie yang berwatak culas. Dapat dibayangkan segala keributan yang kemudian terjadi sebagai akibatnya. Lalu ada pula Mirabel, yang mula-mula bersikap membangkang karena tidak mau disekolahkan di St. Clare--tapi kemudian berurusan dengan Gladys yang selalu sedih sehingga mendapat julukan si Loyo. Dan jangan lupa Mam'zelle, guru bahasa Prancis yang selalu menjadi bulan-bulanan perbuatan iseng anak-anak.

Tebal : 259 halaman

5. CLAUDINE DI ST. CLARE

Pada masa sekolah musim panas ini si kembar Pat dan Isabel sudah duduk di kelas empat. Begitu pula teman-teman mereka: Hilary, Carlotta, Bobby, dan Janet--yang selalu mengganggu Mam'zelle dengan muslihatnya, Alison--sepupu Pat dan Isabel yang konyol karena selalu mengagumi seseorang yang sebenarnya tak patut dikagumi pada setiap semester. Di semester ini Bu Theobald--kepala sekolah St. Clare--cukup dipusingkan oleh ulah murid-murid kelas empat, terutama murid-murid barunya: Claudine--kemenakan Mam'zelle yang bandel karena sering berbuat semaunya, tapi disenangi teman-temannya karena lucu; Pauline--anak yang sok kaya; ataupun Eileen--si pengadu--anak matron baru yang culas. Tapi semua masalah yang timbul berakhir dengan baik. St. Clare selalu dapat mengubah yang buruk menjadi lebih baik.

Tebal : 250 halaman

6. KELAS LIMA DI ST. CLARE

Si kembar Pat dan Isabel O'Sullivan, Carlotta, Bobby, Claudine, serta teman-teman mereka yang lain sudah duduk di kelas lima. Sebentar lagi mereka akan naik ke kelas enam, tingkat terakhir di St. Clare. Mereka sudah hampir dewasa, tapi belum terlalu tua untuk melakukan berbagai keisengan, kejenakaan, dan keasyikan. Yang paling kocak adalah Antoinette, seorang murid baru yang masuk ke kelas dua. Seperti kakaknya, Claudine, ia juga tidak selalu bisa memahami kebiasaan yang berlaku di St. Clare. Ia tidak mau disuruh-suruh Angela. Dan ketika gadis pesolek itu menyuruhnya menghidangkan roti bakar, ia mengolesi roti dengan... Sudahlah--baca sendiri kisahnya!

Tebal : 286 halaman